Tuban, Paradigmanew.com – Kebijakan distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Tuban kembali menuai sorotan. Sejumlah pangkalan di wilayah perkotaan justru mendapat tambahan pasokan (extra dropping), meski kondisi di lapangan dilaporkan sudah relatif normal. Sementara itu, di sejumlah kecamatan lain masih mengalami kelangkaan.
Pantauan di lapangan, armada pengangkut LPG dengan keterangan “Penambahan Extra Droping di Kabupaten Tuban” terlihat mendistribusikan pasokan ke salah satu pangkalan di Kecamatan Tuban. Di lokasi tersebut, stok tabung LPG tampak mencukupi dan tidak terjadi antrean signifikan.
Data yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 17 pangkalan di wilayah kota dan sekitarnya dalam kondisi pasokan stabil. Pangkalan tersebut tersebar di Kelurahan Sukolilo, Baturetno, Sendangharjo, Kutorejo, Karangsari, Karang hingga Latsari, yang sebagian besar berada di kawasan padat aktivitas ekonomi.
Namun demikian, kebijakan penambahan distribusi ini justru menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, wilayah-wilayah tersebut dinilai bukan kategori prioritas karena mayoritas masyarakatnya tergolong mampu dan memiliki akses lebih mudah terhadap energi alternatif.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa survei yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tidak tepat sasaran.
“Seharusnya yang diprioritaskan daerah yang benar-benar kekurangan. Ini malah wilayah kota yang notabene mampu justru ditambah,” ungkap salah satu warga.
Di sisi lain, warga di kecamatan seperti Plumpang, Rengel, dan Soko masih kesulitan mendapatkan LPG subsidi. Kelangkaan bahkan dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir tanpa adanya distribusi tambahan yang signifikan.
Situasi ini memperkuat dugaan adanya ketimpangan dalam penyaluran LPG subsidi di Kabupaten Tuban. Warga mendesak agar Disperindag melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk validasi ulang hasil survei lapangan agar distribusi lebih adil dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disperindag Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait dasar penambahan alokasi di wilayah perkotaan maupun solusi atas kelangkaan di wilayah lain. (Redaksi).


