27.1 C
Bojonegoro
Minggu, April 12, 2026

Data Pupuk Subsidi Diduga Dimanipulasi, Petani Terima Tidak Sesuai Input Aplikasi

spot_imgspot_img

Tuban, Paradigmanew.com – Dugaan ketidaksesuaian data dalam penyaluran pupuk subsidi kembali mencuat di kalangan petani. Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Soko mengaku menerima pupuk tidak sesuai dengan jumlah yang tercatat dalam sistem aplikasi distribusi pupuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat perbedaan antara data kuota pupuk yang diinput dalam aplikasi dengan jumlah pupuk yang diterima langsung oleh petani. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya manipulasi atau ketidaksesuaian dalam proses pendataan.

Salah satu contoh yang ditemukan yakni terdapat petani yang dalam sistem tercatat mendapatkan kuota pupuk sebanyak 100 kilogram atau setara dua sak. Namun dalam praktiknya, tidak semua petani menerima jumlah tersebut sesuai dengan data yang tercantum.

Bahkan, dalam beberapa kasus lain ditemukan data petani yang diinput dengan kuota hingga 700 kilogram atau setara 14 sak pupuk subsidi. Namun realisasi di lapangan disebut tidak selalu sama dengan data yang tercatat dalam aplikasi.

Sejumlah petani menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan akurasi pendataan dalam sistem distribusi pupuk subsidi. Mereka berharap adanya evaluasi serta pengawasan lebih ketat agar penyaluran pupuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan hak petani.

“Yang kami terima kadang tidak sama dengan yang ada di data. Harapannya penyaluran bisa lebih transparan,” ujar salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Publik pun mendorong instansi terkait untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data penerima pupuk subsidi di tingkat kios maupun distributor. Hal ini dinilai penting guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pendataan maupun distribusi pupuk bersubsidi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih diharapkan memberikan klarifikasi mengenai mekanisme input data dalam aplikasi serta pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi kepada petani.

Jangan Lewatkan